“Petani Kelapa Menjerit” Harga Tak Kunjung Membaik, ADT Si Anak Parit Minta Presiden Prabowo Bangun Pabrik Hilirisasi Kelapa di Inhil

KONSTITUSI NEWS

- Redaksi

Senin, 11 Mei 2026 - 01:03 WIB

5031 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indragiri Hilir (Inhil): Pemerintah Presiden Prabowo Subianto berkomitmen penuh untuk mendorong hilirisasi sektor perkebunan, termasuk komoditas kelapa. Kementerian Pertanian telah mengucurkan anggaran untuk pengembangan kelapa secara menyeluruh, yang menjadi langkah awal strategis sebelum hilirisasi skala besar direalisasikan.

Terkait hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Riau, Andi Dharma Taufik (ADT), Dapil Inhil ikut angkat suara, beliau mendesak Pemerintah Pusat, Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian pertanian segera membangun pabrik hilirisasi kelapa di Kabupaten Inhil. Senin (11/5/2026)

Kalau Hilirisasi tak dipercepat Petani akan terus menjadi pihak yang paling lemah, buah melimpah, penampungan terbatas, pabrik besar cuma sedikit, akibatnya harga gampang oleng dan kalau petani kelapa di Inhil terus mengirim bahan mentah, diibaratkan kita ini punya sapi tapi orang lain yang sibuk jual susunya, kata ADT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Puluhan tahun harga Kelapa tidak kunjung membaik, sedangkan potensi buah kelapa di Inhil sangat besar, oleh karena itu pembangunan fasilitas hilirisasi harus segera dilakukan, Hari ini mungkin harga mencapai Rp. 3700 sebutir, besok kalau panen membludak yang goyang bukan cuma harga Petanipun ikut goyang kepala,” ungkapnya.

Lebih lanjut ADT menerangkan bahwa sudah puluhan tahun para petani kelapa di Inhil menghadapi persoalan yang tak kunjung tuntas. Harga kelapa terus berfluktuasi dan kerap jatuh, sementara solusi nyata dinilai belum mampu menjawab keluhan masyarakat.

” Kami juga meminta dukungan semua pihak untuk sama-sama menyuarakan dan mempresentasikan potensi ekonomi kelapa lokal kepada pemerintah pusat, khususnya kepada Presiden Prabowo,” imbuh ADT yang kerap disapa dengan julukan si anak parit.

Dirinya juga menyebutkan bahwa kalau pabrik hilirisasi berdiri kelapa tak lagi sekedar buah tapi jadi sumber kerja dan ekonomi serta menjadi semangat ekonomi petani kampung. Anak muda bisa kerja didaerah nya sendiri, UMKM hidup, harga lebih stabil, dan kesejahteraan petani lokal kelapa meningkat.

Sebenarnya, Inhil sudah tak pantas lagi menjadi penghasil bahan baku. Kita harus menjadi pemain besar kelapa, tegas ADT.

Hilirisasi Industri termasuk dalam Program-program prioritas nasional, yang harus kita suarakan dan kita dukung bersama-sama, hal ini demi meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani kelapa khususnya yang ada di Kabupaten Inhil, tandas ADT.

(Red/Tim)
‎

Berita Terkait

Silaturahmi LAMR Meranti Duduk Bersama Insan Pers Jaga Marwah Melayu
Jembatan Harapan Itu Bernama Garuda, Dibangun Tangan-tangan Tulus TNI dan Warga Kuta Pengkih
Dibuat Romantis Ketua Bhyangkari Setia Mendampingi Kapolres Simalungun di Upacara Kemerdekaan Sebagai Wujud Cinta pada Tugas dan Negeri
Tim Labfor Dari Polda Sumut Terjun Langsung Menyelidiki SPPG Pasca Siswa Keracunan di SMA Negeri Berastagi
Polresta dan Oknum Satpol PP Diminta Tindaklanjuti Laporan Penganiayaan AW
Ketika Kreativitas Bertemu Kemerdekaan, Lapas Binjai Hadirkan Kreasi Tumpeng
Demo Bawa BH ke Polrestabes Medan Bukan untuk Melecehkan Siapa Pun, Melainkan Simbol Kritik dan Rasa Kecewa Lambatnya Penanganan Pekara di Polrestabes Medan
Tak Kenal Batas Wilayah, Tim Jatanras Polres Simalungun Bersama Polsek Gunung Malela Buru Pelaku Curas hingga Provinsi Riau dan Berhasil Bekuk Tersangka

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:09 WIB

Solar Langka Untuk Rakyat Melimpah Untuk PETI, Dugaan Permainan BBM di Balik Tambang Ilegal Nagan Raya

Berita Terbaru